Kalau kita terus mencoba memahami setiap kejadian yang menimpa kita, insya' Allah hal yang seperti diatas
tersebut tidak akan pernah terjadi. Argumentasi saya yaitu, bahwa setiap kejadian yang datang menimpa kita itu
hakikat yang sebenarnya adalah sama, tidak jauh berbeda dengan masalah-masalah yang menghampiri kita sebelumnya.
Namun hanya perasaan kita sajalah yang membeda-bedakan dengan masalah tersebut. Sehingga, kita seakan-akan mempunyai
masalah yang begitu berat dari sebelumnya.
Sama seperti halnya saya. Setiap ada masalah yang menimpa, pasti saya mengalami down yang tak terhingga. Bahkan sakit hati, yang membuat jiwa saya seperti mati perlahan. Bagi saya, masalah yang paling berat dalam sejarah kehidupan saya itu adalah cinta. Kalau masalah-masalah selain cinta, saya anggap itu hal yang biasa, bahkan sepele. Saya bisa begitu, mungkin karena saya sudah terbiasa menghadapi masalah-masalah selain cinta.
Saya sempat meneteskan air mata ketika menahan sakitnya cinta yang terus menggelora. Sehingga hampir setengah akal
saya sirna. Saking sakitnya hati dan jiwa ini, saya-pun sempat bilang dalam hati, lebih baik mati daripada hidup
seakan tak berarti. Namun tindakan seperti itu tidaklah bisa menyelesaikan masalah. Malah akan menambah masalah baru.
Begitu juga dengan menangis. Buat sebagian orang, menangis adalah cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah.
Namun bagi saya, menangis itu bukan cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah. Malah karna menangis kita akan
mengurangi energi untuk esok hari. Memang, saya-pun tidak menutup kemungkinan, bahwa menangis itu bisameringankan beban. Tapi pertanyaan saya,
Masih perlu-kah dalam menghadapi cinta kita harus rela mengeluarkan Air Mata ?
0 komentar:
Posting Komentar