Lihatlah ke cermin itu,,, Lalu sejenak kita ingat-ingat masa kecil kita. Terasa lama-kah kita menjalaninya ? Jawabannya,,, Tidak !! Semuanya terasa begitu cepat bahkan terasa seperti secepat kilat. Dulu kita masih duduk di bangku TK, SD, SLTP, SMA, sekarang kita sudah kuliyah, lalu mendapat gelar sarjana, lantas kita sudah menikah dan menggendong anak, dan anaknya-pun akan segera menikah dan akan mempunyai anak lagi. Namun kita masih belum juga menyadari, bahwa kita sudah TUA, dan sebentar lagi kita keriput, loyo, lantas tiada (MATI).
Cobalah lihat pak tua yang ompong dan keriput itu. Kita-pun sama akan mengalami seperti pak tua itu. Cobalah kau lihat mak tua yang tergeletak dibungkus kain putih itu. Kita-pun sama akan mengalami masa-masa seperti mak tua itu.
Lantas sudah sadarkah kita akan masa-masa itu ? Jawabannya NANGIS sambil tersengguk-sengguk. Tapi dihari itu saja ketika membaca tulisan saya. Seakan-akan kita mengidap penyakit amnesia seperti nyanyian gigi.
Lihatlah anak-anak kita. Ia seakan-akan tidak mempunyai koneksi lagi terhadap kita yang notabene sebagai orangtua-nya. Nasihat Orangtua sudah tak lagi diresapinya.
Renungan ini dipersembahkan buat adik perempuan saya yang sudah tidak bisa diberi nasihat oleh orangtua-nya. Apalagi saya. Perlu kau ingat adikku !! Hidup itu nyata,,, dan pasti akan melalui masa-masa yang sama. Dimana semua orang-pun pasti melaluinya. Saya lebih tua darimu adikku. Saya sudah merasakannya terlebih dulu daripada dirimu. Saya bisa merenung seperti ini karena saya mempelajari kehidupan ayah dan ibu yang sudah .
Cobalah lihat pak tua yang ompong dan keriput itu. Kita-pun sama akan mengalami seperti pak tua itu. Cobalah kau lihat mak tua yang tergeletak dibungkus kain putih itu. Kita-pun sama akan mengalami masa-masa seperti mak tua itu.
Lantas sudah sadarkah kita akan masa-masa itu ? Jawabannya NANGIS sambil tersengguk-sengguk. Tapi dihari itu saja ketika membaca tulisan saya. Seakan-akan kita mengidap penyakit amnesia seperti nyanyian gigi.
Lihatlah anak-anak kita. Ia seakan-akan tidak mempunyai koneksi lagi terhadap kita yang notabene sebagai orangtua-nya. Nasihat Orangtua sudah tak lagi diresapinya.
Renungan ini dipersembahkan buat adik perempuan saya yang sudah tidak bisa diberi nasihat oleh orangtua-nya. Apalagi saya. Perlu kau ingat adikku !! Hidup itu nyata,,, dan pasti akan melalui masa-masa yang sama. Dimana semua orang-pun pasti melaluinya. Saya lebih tua darimu adikku. Saya sudah merasakannya terlebih dulu daripada dirimu. Saya bisa merenung seperti ini karena saya mempelajari kehidupan ayah dan ibu yang sudah .
0 komentar:
Posting Komentar