Orang tua (ayah, ibu) mempunyai derajat mulia itu
karena adanya kultus dari allah yang harus diagung-agung kan.
Mereka bangga dengan adanya kultus itu, bahkan saking bangganya,
kultus itu sering mereka gunakan untuk berargumen,
bahwa seburuk-buruknya orang tua, anak itu harus tetap mematuhinya tanpa alasan apa-apa.
Saya pikir itu tidak releven,
karena sebagian besar orang tua itu mempunyai sifat keras kepala terhadap anak-anaknya.
Sak maune dewek. Gak mau mengerti apa yang di inginkan anaknya.
Bahkan sampai-sampai anak dilarang memberi pandangan / arahan / gambaran / argumen /
tentang apa yang ingin disampaikan anak terhadap orang tuanya.
Padahal argumen anaknya itu belum tentu salah dimata orang lain.
Yang lucunya lagi, terkadang anak belum menyampaikan argumen apa-apa sudah dicap salah
”itu namanya sudah berani melawan orang tua.
Dan sebaiknya anak itu diam gak usah banyak comentar kepada orang tuanya”.
Saya bingung, kalau pemikiran orang tua terus kaya githu apakah masih pantas
diterapkan di zaman modern ini? Trus gimana dengan pemikiran mereka yang saya rasa
tidak up-date ini? Bukan kah anak dan orang tua itu harus saling berinteraksi untuk
menciptakan kebahagiaan dan kesuksesan?.
Sabtu, 29 September 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar